Sekelumit Cerita Keuntungan Berpikir Positif

No comment 1636 views

Ini adalah sekelumit cerita dari seseorang yang saat itu menanggapi semuanya dengan sikap yang positif.

Pagi itu Didi berpamitan kepada istrinya, Didi akan pergi kesebuah bank untuk mentransfer uang titipan temannya untuk keperluan acara amal di kota kelahirannya. Saat itu ada beberapa temannya yang diluar kota dan di luar negeri menitipkan uang padanya untuk diberikan ke panitia acara amal tersebut.

Istri Didi sebenarnya sudah memperingatkan bahwa bank tersebut sering banget gangguan, bahkan sering banget offline tanpa alasan yang jelas. Si Istri pun menceritakan pengalaman tidak enaknya saat bertransaksi di bank tersebut, si istri berkata "Daripada antri lama dan malah nantinya ada gangguan kan mending pake ATM aja, transfer antar bank kan bisa"

Tapi Didi cuman tersenyum aja dan tetap mau pergi ke Bank tersebut dan tak menggunakan ATM, alasannya adalah biar bukti setorannya jelas, kalo pake ATM sering kali bukti setoran ngak kebaca, jadi bukti setoran itu akan ia perlihatkan kepada orang yang memberikan amanah kepadanya.

Sampai di bank, Didi mengambil no antrian, selesai mengisi slip setoran didi pun duduk menunggu giliran. Baru beberapa menit ada sedikit keributan dan kasir mengumumkan jika sistem mereka sedang Offline dan menyarankan mencari cabang lainnya, karena gangguannya belum diketahui sampai kapan dapat diselesaikan.

Spontan orang-orang yang sudah lama antri menggerutu dan berbagai ekspresi kecewa pun mereka perlihatkan, ada yang ngomel-ngomel, ada yang langsung kabur. Bagaimana tidak, mereka harus mencari cabang lainnya yang jaraknya lumayan dan mereka harus antri dari awal lagi. Tapi mau tidak mau mereka harus melakukan itu dan akhirnya bank itu sepi dari pengantri kecuali Didi.

Didi masih terlihat tenang sambil senyum-senyum, sambil mengeluarkan ponselnya dia pun mengirimkan pesan singkat ke istrinya "bener kamu yang, banknya offline nih 🙂 "

Dan baru saja Didi memencet tombol "kirim" seorang kasir memanggilnya, katanya sistemnya sudah normal. Didi sangat gembira, dalam keadaan demikian dia memilih untuk tenang, walaupun sebenarnya dia tak memiliki banyak waktu. tapi dia memilih berpikir positif, dia tidak marah-marah dan buru-buru pergi, tapi dia menenangkan dirinya. Dan akhirnya dia mendapat giliran lebih cepat.

Bayangkan saja jika ia ikutan marah dan langsung pergi, selain membutuhkan waktu yang lumayan dia juga harus menahan panas matahari dan menahan panas hatinya yang marah.

Itu sekelumit cerita tentang berpikir positif, kamu juga punya pengalaman yang sama? ayo diceritakan

berpikir-positif

author
seorang yang ngak jelas pekerjaannya, makanya sering bingung kalo di tanya pekerjaannya apa silahkan temui saya di Gplus https://plus.google.com/+DianSonata1